Baca [Daftar Isi] di sini

[Chapter sebelumnya]

 

Chapter 5. SW is Unique

Part three. Hati Tak Bisa Berbohong

Pertengahan September 2015

Seperti biasa, begitu memiliki cadangan nb untuk 2 desa, phi akan menyuruh chief-chiefnya untuk menguasai desa baru. Emak-emak itu memang pemalas. Ketiadaan dual dan terbatasnya jam ol membuatnya merasa pengembangan desa dari nol itu terlalu melelahkan. Toh, ia galia defender. Lokasi yang tersebar justru ia dedikasikan untuk def dan snip teman-teman terdekat nantinya.

Kali ini ia mencari tambahan gandum. Tidak ada lagi di sekitar klasternya karena semua sudah ditempati teman-teman IP. Phi sadar IP terlalu gemuk dan menyulitkan berkembang, tapi selama mereka masih aktif bermain, tak ada yang bisa dilakukan. Ada 15c agak jauh dari klasternya, yang sebulan lebih telah bersih pasukannya. Kastil pun sudah lama tidak ada. Pikir phi, siapapun yang membersihkan pasukan ataupun menghancurkan kastilnya, tidak berniat untuk mengambilnya karena sudah terlalu lama dibiarkan. Dilihatnya area 7×7, aman dari caps orang yang lebih berhak mengklaimnya. Chief pun meluncur.

Tiga hari kemudian, Syaf (BN) juga menchief desa di sebelah 15c tsb. Hanya 2 kali jalan, desa telah terambil, belum tahu siapa yang juga menginginkan desa tsb. Tak berapa lama, igm masuk ke BN dari musashi, mengklaim hak atas desa yang baru saja dichief BN. Awalnya BN tidak mempermasalahkan jika desanya diklaim musashi, asalkan memang untuk kepentingan kuadran, karena setelah diperhatikan lagi, itu memang di klaster musashi. Namun, begitu musashi menyinggung desa phi juga, phi meradang. Menurutnya musashi tidak berhak mengklaim desa yang sudah ia chief lebih dari 2×24 jam. Apalagi desa tersebut sudah sebulan lebih dibiarkan. Jika musashi ingin mengambilnya, kenapa dalam sebulan itu ia justru menghabiskan nb nya untuk settling 2 desa baru.

Dibawanya kasus itu ke Pocong, yang dikenalnya dari grup bbm koordinasi ally semasa di IP. Dia harap salah satu dari 3F di id Pocong bisa memberikan solusi. Yang menjawab igm nya adalah Fajar.

Sometimes you meet someone, and you immediately feel a spark, you know?

Dan itu yang phi rasakan. Ada rasa ‘klik’ begitu saja begitu diskusi untuk mencari solusi atas desa chief tadi dilakukan. Argumen phi dan Fajar seperti resonansi pemikiran satu sama lain. Begitu rasional, dan phi pun tahu kalau dia di posisi Fajar dia akan mengatakan hal yang sama, seperti yang dulu juga biasa ia lakukan untuk menyelesaikan konflik anggota-anggotanya di Infamous. She felt the spark, and she knew, she had fallen in love since then

Bukan, kawan, jangan salah sangka. Pastinya not in romantic mode lah… ini dalam konteks platonik. Perasaan unik yang muncul begitu saja, seolah membisiki phi, “Suatu saat, kau akan bisa melakukan apa saja untuk anak ini phi…” Perasaan excited yang sama seperti ketika phi bertemu C di com10, atau ketika ia menemukan Syaf di s3 ss3, atau mungkin perasaan semacam inilah yang Laras rasakan ketika pertama kali mengintip tryme dan mengenal phi …

Keputusannya, desa phi dibiarkan karena itu bisa digunakan untuk snip klaster musashi. Desa BN dichief musashi.

Dari Fajar pula phi tahu bahwa PW didirikan karena ingin SW mandiri, tidak ingin ada kejadian 3 kuadran bergabung demi melawan 1 kuadran. Dengan kata lain, PW memisahkan diri dari IP karena tidak setuju dengan arah Emil yang membawa IP bersama 2 kuadran lain mengeroyok RvN karena bergabungnya 3 kuadran berat konsekuensinya. Dalam banyak hal, phi pun lebih nyaman dengan konsep itu.

Setelah cukup lama memasang kacamata kuda dan menulikan dirinya dari peta perpolitikan di server, phi pun lalu berusaha mengedarkan pandangannya ke keempat penjuru. Dia sadar, pemikiran naifnya yang mengharapkan bermain santai untuk siapapun yang memimpin kuadran sedang diuji. Karena SW jelas-jelas tidak memiliki satu kekuatan besar. Hasil pengindraannya saat itu ternyata hanya memberikan dua opsi di endgame. Opsi pertama, 3 kuadran vs RvN. Pada kondisi itu jelaslah SW akan menjadi tumbal, bemper bagi utara. PW yang besar kemungkinan akan memihak RvN pasti akan berperang dengan sesama kuadran SW. Kehancuran bagi SW, RvN yang menang.

Opsi kedua, utara vs selatan. SW akan menjadi sasaran tembak utara yang mengharapkan bahwa SW akan memihak mereka. RvN pula yang menang. Ah sedihnya menjadi anak SW, pikirnya. Namun secara logika, opsi kedua ini lebih nyaman menurutnya. Karena menuntut setidaknya SW harus mandiri.

Baiklah, apa pun itu, yang bisa phi kerjakan saat itu adalah merapikan T dan Z. Kerja sama dua ally ini sudah mulai terjalin karena ada RvN-KW muncul di SW dan menyatakan perang dengan T dan Z. Mimpi phi, T dan Z tertata rapi, dan bersama PW bisa menjadi kekuatan SW mandiri.

Di midgame, perubahan benar-benar begitu cepat terjadi. Atau mungkin itu hanya dalam persepsi phi karena kupernya ia sebelum arte, entahlah… Menjelang arte, pecah kongsi antara PW dan B. Begitu arte, perebutan, langsung pertumpahdarahan terjadi.

10 hari setelah kejadian chiefing desa yang mengubah pandangan phi tentang PW dan barat daya, phi mendapat igm dari sebuah id di timur laut yang tak dikenalnya. Tanpa isi, subjeknya hanya, “Ini bu dokter?” Tidak phi jawab. Besoknya igm dari id lain yang seally dengan id yg kemarin mengiriminya pesan, lagi-lagi tanpa isi pesan, hanya tertulis di subjeknya, “Kak, ini acan.” Phi jawab, tapi tak terbaca oleh pemegang id hingga id tersebut terhapus 3 hari kemudian.

Bersamaan dengan igm yang ia terima, tiba-tiba Emil memasukkannya ke dalam grup bbm yang berisi banyak pemain yang tak ia kenal. Sepertinya dari kuadran lain. Tapi ada satu nama yang dikenalnya di chatgrup itu: Acanthaz.

“Pak, grup apa ini? Saya tidak mau. Diplomasi serahkan saja ke Hidsan,” protes phi ke Emil.
“Acan yang minta bu phi dimasukkan,” kata Emil

Ah, pirate satu itu… Ternyata masih menghantuinya setelah 4 tahun berlalu. Phi masih trauma dengan cara Acan memenej persekutuan dan mengarahkan bagaimana server berjalan. Ok, katakanlah memang Acan mulai berubah karena pelajaran yang ia dapat dari phi, seperti yang ia tulis dalam pesannya ke fb phi sekitar setahun sebelum server ini, tapi itu tidak mengubah apapun Can. Ketika s3 berakhir 4 tahun lalu, phi dan Laras sudah katakan, next time main lagi, phi dan Laras tak mau lagi berada di timnya Acan kan…

“Maaf Emil, ternyata hati ini tak bisa bohong lagi,” lirih phi. “Sampai sini saja loyalitas phi ke IP, ke Emil.”

Malam itu, T dan Z menghilangkan tag IP nya, mengubah tagnya menjadi Keep it Simple Stupid (KiSS). Hidsan bertanya ke phi mengenai igm dari wartawan kepo pertama yang menanyakan ada apa gerangan sehingga berubah dari IP menjadi KiSS.

“Kau jawablah saja ke T-Law itu Hidsan,” saran phi, “coz SW is unique…”

 

Bersambung ke [Chapter 6]

+1
0
+1
0
+1
0